Contoh Pengembangan Diri dalam Bekerja, Seberapa Penting?

Contoh Pengembangan Diri dalam Bekerja

Contoh Pengembangan Diri dalam Bekerja, Seberapa Penting?
- Seiring pertumbuhan industri dan persaingan untuk mendapatkan pekerjaan semakin intensif, seorang karyawan harus dituntut selalu berkembang. Oleh karena itu, karyawan harus dapat berpartisipasi dalam berbagai kegiatan dan program pengembangan diri yang dapat meningkatkan kinerja dan menunjang karir mereka.

Di bawah ini, Shortlancer memberikan contoh pengembangan diri dalam bekerja dan penjelasannya yang bisa kamu gunakan untuk meningkatkan kualitas diri. Pengembangan diri dapat diartikan sebagai kegiatan atau tindakan yang dapat dilakukan seseorang untuk meningkatkan soft skill yang berguna di tempat kerja.

Pengembangan diri dalam bekerja melibatkan banyak hal. Dari manajemen waktu, kepemimpinan, keterampilan komunikasi dan kemampuan interpersonal hingga mengelola konflik. Tentu saja, pengembangan diri diperlukan untuk semua karyawan, bukan hanya karyawan yang berkinerja kurang.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, perkembangan dunia kerja menuntut kita untuk terus berkembang. Keterampilan juga bisa menurun seiring bertambahnya usia. Selain itu, memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri juga menjadi faktor keberhasilan.

Contoh Pengembangan Diri dalam Bekerja

Apa saja contoh pengembangan diri dalam bekerja yang bisa dilakukan? Simak beberapa contoh pengembangan diri dalam bekerja dan penjelasannya di bawah ini.

1. Pelatihan On-The-Job

Contoh pengembangan diri dalam bekerja yang pertama yaitu on-the-job training, rekrutan baru yang kemudian menjadi karyawan perusahaan biasanya mengikuti program pelatihan perusahaan atau on-the-job training. Namun, program ini juga dapat diperuntukkan bagi karyawan lama. Terutama untuk karyawan lama yang telah berganti pekerjaan atau dirotasi.

Selain itu, ada banyak perusahaan yang menawarkan peluang jabatan kepada kandidat berlatar belakang tinggi. Namun, terkadang ada kandidat berpotensi yang mungkin tidak memiliki pendidikan tinggi. Dalam kasus seperti itu, karyawan dapat berpartisipasi dalam pelatihan di tempat kerja untuk lebih mengasah keterampilan mereka hingga memenuhi standar yang disyaratkan.

2. Mentoring

Seseorang yang lebih berpengetahuan atau dalam posisi yang lebih tinggi pada saat ini harus dapat mewariskan pengetahuan dan keterampilannya melalui mentoring. Kegiatan mentoring bisa sedikit mengintimidasi pada awalnya. Terutama bagi karyawan yang belum berpengalaman. Namun, dalam beberapa hal, memiliki mentor adalah faktor kesuksesan. Mentor lebih dari sekadar penasihat, mereka membantu kamu mengidentifikasi kekurangan dan hambatan kamu untuk berkembang. 

3. Pelatihan Antar Departemen

Contoh pengembangan diri dalam bekerja selanjutnya mungkin membutuhkan pemicu yang membuat seseorang ingin berkembang. Salah satu caranya adalah pelatihan lintas departemen. Dalam konteks ini, pelatihan lintas departemen biasanya memungkinkan karyawan untuk “terinspirasi” untuk mempelajari keterampilan baru dari departemen lain. Keterampilan yang tepat juga memudahkan perusahaan untuk melakukan rotasi posisi.

4. Program Profesional

Contoh pengembangan diri dalam bekerja lainnya dapat dilakukan melalui program profesional. Program pengembangan seperti ini dilakukan oleh banyak organisasi profesional dan diadopsi secara luas oleh perusahaan.

Program profesional dapat mendukung karyawan yang mencari status lebih tinggi. Oleh karena itu, pelatihan dan evaluasi harus dilakukan untuk menentukan keterampilan dan kesesuaian karyawan dengan posisi tersebut. 

5. Melanjutkan Pendidikan

Di banyak perusahaan besar, manajemen biasanya menyelenggarakan program pelatihan khusus internal. Kesempatan untuk mengenyam pendidikan tinggi diharapkan dapat meningkatkan keterampilan pribadi karyawan. Selain itu, ada kecenderungan untuk mencari karyawan yang berpendidikan tinggi. Kesempatan mengenyam pendidikan tinggi yang disponsori oleh perusahaan biasanya merupakan kesempatan lain bagi karyawan untuk maju.

6. Membaca Buku Setiap Hari

Contoh pengembangan diri dalam bekerja yang tidak sulit adalah membaca buku. Jika kamu belum terbiasa, cobalah belajar membaca buku setiap hari. Buku yang kamu baca mungkin terkait dengan pengembangan pribadi atau pekerjaan. Semakin banyak kamu membaca, semakin baik untuk karier dan kehidupan pribadi kamu. Membaca buku juga merupakan pelatihan otak. Karena setiap kali kamu membaca buku, kamu secara rutin membekali otak dengan pengetahuan dan mengembangkan pikiran.

Tidak jarang kehilangan fokus setelah bekerja berjam-jam. Namun, ada solusi yang mungkin kamu lakukan, yaitu dengan menetapkan tujuan karir dan menuliskannya. Mengapa kamu harus menuliskannya juga? Menulis tujuan karir berguna untuk membantu kita tetap fokus pada tujuan.

Selain itu, menuliskan tujuan-tujuan ini akan membantu kamu menghidupkan harapan bahwa kamu dapat mencapai tujuan-tujuan ini. Metode ini juga berfungsi sebagai dorongan bagi kamu untuk tumbuh secara pribadi dan profesional.

Baca Juga : Cara Membuat CV di Google Drive Menggunakan Komputer dan HP

8. Mempelajari Hal Baru

Selain mengikuti program-program resmi dari perusahaan, kamu juga bisa mengembangkan diri dengan mempelajari hal-hal baru. Ada banyak hal baru yang dapat kamu lakukan untuk pengembangan diri dalam bekerja. Misalnya, kamu mungkin mempelajari sendiri keterampilan tertentu atau menghadiri kursus atau seminar yang sesuai pada bidang yang kamu inginkan. Ketika kamu mempelajari sesuatu yang baru, pikiran kamu menjadi lebih terbuka terhadap perspektif lain.

Bagi kita yang terbiasa dengan zona nyaman, memiliki keberanian untuk melakukan hal-hal baru memungkinkan kita untuk keluar dari zona nyaman dan mendapatkan pengalaman baru. Selain itu, mempelajari hal-hal baru juga dapat bermanfaat bagi kehidupan pribadi kamu. Terakhir, apa yang kamu pelajari juga bisa menjadi hobi baru dan membantu kamu mengembangkan fisik dan mental.

9. Meningkatkan Kemampuan Interpersonal

Keterampilan interpersonal adalah keterampilan yang dimiliki setiap karyawan. Misalnya, keterampilan memecahkan masalah, kepemimpinan, dan pengetahuan tentang posisinya. Dalam hal ini, karyawan harus mulai mengembangkan dirinya sesuai dengan berbagai informasi dan tren pekerjaan. Pengembangan teknis menjadi keterampilan penting saat ini. Oleh karena itu, pengetahuan dan kesadaran karyawan tentang kebutuhan industri akan teknologi yang terus berkembang sangatlah penting.

10. Memantapkan Posisi

Contoh pengembangan diri dalam bekerja selanjutnya yaitu memantapkan posisi, adanya program pengembangan dan pendidikan memberikan wawasan baru tentang pekerjaan yang digeluti seseorang. Oleh karena itu, pengembangan diri diperlukan dari sudut pandang pemantapan posisi.

Hal ini tentang menstabilkan materi di posisi yang berbeda. Karena tanggung jawab profesi dapat berkembang secara horizontal maupun vertikal setiap saat. Tumbuh di tempat kerja melalui pemantapan posisi memberi individu fleksibilitas yang lebih besar untuk melakukan tugas yang berbeda.

11. Manajemen waktu

Salah satu contoh pengembangan diri dalam bekerja yang terakhir adalah manajemen waktu. Manajemen waktu yang baik diharapkan menyelesaikan tugas tepat waktu dan menangani stres dengan baik. Awalnya, kamu dapat mendaftar dan menjadwalkan tugas harian. Disiplin juga membantu menghentikan kebiasaan buruk seperti begadang.

Demikian artikel contoh pengembangan diri dalam bekerja. Pada dasarnya setiap orang selalu membutuhkan ruang untuk berkembang. Jika kamu merasa bosan dan jenug, itu bisa menjadi tanda bahwa kamu perlu berkembang di tempat kerja. Semoga contoh pengembangan diri dalam bekerja di atas dapat menginspirasi kamu untuk berkembang. Yuk segera pesan Jasa Pembuatan CV menarik dan profesional di Shortlancer.com